Pramuka Jangan Hanya Jadi Organisasi Seremonial, Bupati Berau : Jadilah Mitra Strategis Pemerintah
POSKOTAKALTIMNEWS, BERAU : Gerakan Pramuka di Kabupaten Berau diminta tidak berhenti sebagai organisasi yang identik dengan kegiatan perkemahan, baris-berbaris, maupun pembentukan karakter semata. Pramuka didorong mengambil peran lebih luas sebagai mitra strategis pemerintah dalam mencetak generasi unggul, menjaga lingkungan, mengembangkan pariwisata, hingga memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, saat melantik Majelis Pembimbing Cabang
(Mabicab) Gerakan Pramuka dan Pengurus Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka
Kabupaten Berau masa bakti 2026–2031.
Menurut Sri
Juniarsih, pelantikan kepengurusan baru bukan sekadar agenda seremonial.
Momentum ini harus menjadi titik awal lahirnya semangat baru dalam membangun
organisasi yang lebih aktif, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata
terhadap pembangunan Kabupaten Berau.
Ia berharap
kepengurusan yang baru tidak hanya menjalankan program-program rutin
kepramukaan, tetapi mampu melahirkan berbagai inovasi yang menyentuh kebutuhan
masyarakat. Terlebih, tantangan pembangunan ke depan membutuhkan keterlibatan
seluruh elemen, termasuk organisasi kepemudaan.
"Perbedaan latar
belakang bukan menjadi penghalang. Yang terpenting adalah kita memiliki tujuan
yang sama, yakni membangun Berau agar semakin maju dan memberikan manfaat bagi
masyarakat," ujar Sri Juniarsih.
Bupati menegaskan
bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran
maupun pembangunan fisik. Faktor yang jauh lebih penting adalah kualitas sumber
daya manusia yang akan melanjutkan pembangunan di masa mendatang.
Karena itu, Gerakan
Pramuka dinilai memiliki posisi yang sangat strategis dalam membentuk karakter
generasi muda melalui pendidikan yang menanamkan nilai disiplin, kepemimpinan,
tanggung jawab, kepedulian sosial, hingga semangat gotong royong.
Menurutnya, generasi
masa depan tidak cukup hanya dibekali kemampuan akademik. Mereka juga harus
memiliki kecerdasan emosional untuk mampu bekerja sama, serta kecerdasan
spiritual sebagai fondasi dalam mengambil keputusan dan menghadapi berbagai
tantangan kehidupan.
"Kita
membutuhkan generasi yang bukan hanya pintar, tetapi juga berintegritas,
memiliki kepedulian terhadap sesama, mencintai lingkungan, serta mampu menjadi
teladan di tengah masyarakat," katanya.
Dalam arahannya, Sri
Juniarsih juga memberikan perhatian khusus terhadap sektor pariwisata yang saat
ini menjadi salah satu prioritas pembangunan Kabupaten Berau. Sebagai daerah
yang memiliki kekayaan alam kelas dunia, mulai dari gugusan pulau tropis, wisata
bahari, hutan tropis, hingga keanekaragaman hayati yang menjadi daya tarik
wisatawan, Berau membutuhkan lebih banyak generasi muda yang memiliki
kepedulian terhadap pelestarian alam.
Menurutnya,
nilai-nilai kepramukaan yang mengajarkan kecintaan terhadap alam dan lingkungan
sangat relevan untuk mendukung pembangunan pariwisata yang berkelanjutan. Ia
berharap anggota Pramuka tidak hanya menjadi pelopor pelestarian lingkungan,
tetapi juga mampu menjadi duta wisata yang memperkenalkan potensi Kabupaten
Berau kepada masyarakat luas.
"Pariwisata
tidak hanya berbicara tentang destinasi yang indah. Yang tidak kalah penting
adalah bagaimana masyarakat ikut menjaga kebersihan, kelestarian alam, serta
memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan. Di sinilah Pramuka memiliki
peran yang sangat penting," ungkapnya.
Tak hanya kepada
jajaran Pramuka, Bupati juga mengajak seluruh organisasi perangkat daerah
(OPD), dunia usaha, sektor perbankan, organisasi kepemudaan, hingga berbagai
pemangku kepentingan untuk memperkuat sinergi dalam membangun daerah.
Ia menilai kolaborasi
menjadi kunci agar pembangunan dapat menjangkau seluruh wilayah Kabupaten
Berau, termasuk 100 kampung dan 10 kelurahan yang memiliki karakteristik dan
potensi yang berbeda-beda.
Sri Juniarsih juga
mendorong agar program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social
Responsibility (CSR) dapat dioptimalkan untuk mendukung berbagai program
pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan ekonomi
lokal, hingga pembangunan infrastruktur pendukung di kampung-kampung.
Menurutnya,
pembangunan yang berhasil adalah pembangunan yang mampu dirasakan manfaatnya
oleh seluruh masyarakat, bukan hanya di wilayah perkotaan.
Lebih lanjut, Sri
Juniarsih mengingatkan bahwa masa bakti kepengurusan Kwarcab Gerakan Pramuka
Berau periode 2026–2031 akan berlalu dengan cepat. Sebab itu, setiap program
kerja harus dirancang secara matang, memiliki target yang jelas, serta mampu
memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Mari kita bahu-membahu membangun Berau menjadi kabupaten yang tidak hanya menjadi kebanggaan Kalimantan Timur, tetapi juga Indonesia. Saya percaya, dengan kolaborasi, semangat pengabdian, dan kebersamaan, cita-cita tersebut dapat kita wujudkan bersama," pungkas Sri Juniarsih.
Pelantikan Mabicab
dan Kwarcab Gerakan Pramuka Berau periode 2026–2031 diharapkan menjadi awal
penguatan peran organisasi kepramukaan dalam mendukung pembangunan daerah.
Tidak hanya mencetak generasi muda yang tangguh dan berkarakter, tetapi juga
melahirkan kader-kader yang mampu menjadi motor penggerak kemajuan Berau di
berbagai sektor pembangunan. (sep/FN)